Di sebuah cafe, sepasang muda-mudi sedang berpacaran. Terjadilah percakapan berikut:
Pemudi: "Mengapa kamu menyukai saya? Mengapa kamu mencintaiku?"
Pemuda: "Aku tidak bisa memberitahu alasannya ... tapi aku benar-benar mencintaimu."
Pemudi: "Tuh kan! Kamu bahkan tidak bisa menceritakan alasannya ...
bagaimana kamu bisa bilang kamu menyukai aku? Bagaimana kamu bisa bilang kamu mencintaiku?"
Pemuda: "Aku benar-benar tidak tahu alasannya, tapi aku bisa membuktikan bahwa aku mencintaimu."
Pemudi: "BUKTI? TIDAK! Aku ingin kamu menceritakan alasannya. Pacarnya temanku aja bisa mengatakan padanya mengapa dia mencintainya tetapi kenapa kamu tidak?"
Pemuda: "Ok .. ok! Ehm ... karena kamu cantik, karena suara kamu lembut, karena kamu perhatian, karena kamu mencintai aku, karena kamu bijaksana, karena senyummu, karena setiap sentuhanmu."
Si Pemudi merasa sangat puas dengan jawabannya.
* * * * *
Sayangnya, beberapa hari kemudian, si Pemudi mengalami sebuah kecelakaan dan menjadi koma. Si Pemuda kemudian meletakkan sebuah surat di sisinya, dan berikut adalah isi suratnya:
"Darling, karena suara manis kamulah, aku mencintaimu ...
Sekarang Kamu bisa bicara? Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintai kamu.
Karena perhatian dan kepedulian kamu, aku suka padamu.
Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya lagi, maka aku tidak bisa mencintai kamu. Karena senyumanmu, karena sentuhanmu, aku mencintaimu.
Sekarang bisakah kamu tersenyum? Sekarang bisakah kamu bergerak?
Tidak, oleh karena itu aku tidak bisa cinta padamu.
Jika cinta butuh alasan, seperti sekarang, tidak ada alasan bagiku untuk mencintai kamu lagi.
Apakah cinta butuh alasan? TIDAK!
Oleh karena itu, aku masih mencintaimu dan cinta tidak memerlukan alasan."
* * * *
Kadang-kadang yang terbaik dan hal-hal yang paling indah di dunia tidak dapat dilihat, tidak bisa disentuh, tetapi dapat dirasakan dalam hati.
Wednesday, February 17, 2010
Tanda Kedewasaan pada Diri Seseorang
Para ahli psikologi dan psikiater sepakat, bahwa kesuksesan seseorang ditandai dengan berkembangnya prestasi serta kematangan emosinya. Meski tidak ada orang yang menyangkal pernyataan ini, tetapi sedikit orang yang mengetahui secara pasti tentang bagaimana penampilan seseorang yang dewasa atau matang itu, bagaimana cara berpakaian dan berdandannya, bagaimana caranya menghadapi tantangan, bagaimana tanggung jawabnya terhadap keluarga, dan bagaimana pandangan hidupnya tentang dunia ini. Yang jelas kematangan adalah sebuah modal yang sangat berharga.
Sesungguhnya apa yang disebut dengan kematangan atau kedewasaan itu?
Kedewasaan tidak selalu berkaitan dengan intelegensi. Banyak orang yang sangat brilian namun masih seperti kanak-kanak dalam hal penguasaan perasaannya, dalam keinginannya untuk memperoleh perhatian dan cinta dari setiap orang, dalam bagaimana caranya memperlakukan dirinya sendiri dan orang lain, dan dalam reaksinya terhadap emosi. Namun, ketinggian intelektual seseorang bukan halangan untuk mengembangkan kematangan emosi. Malah bukti-bukti menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Orang yang lebih cerdas cenderung mempunyai perkembangan emosi yang lebih baik dan superior, serta mempunyai kemampuan menyesuaikan diri atau kematangan sosial yang lebih baik.
Kedewasaan pun bukan berarti kebahagiaan. Kematangan emosi tidak menjamin kebebasan dari kesulitan dan kesusahan. Kematangan emosi ditandai dengan bagaimana konflik dipecahkan, bagaimana kesulitan ditangani. Orang yang sudah dewasa memandang kesulitan-kesulitannya bukan sebagai malapetaka, tetapi sebagai tantangan-tantangan.
Apa sih kedewasaan/kematangan itu? Menurut kamus Webster, adalah suatu keadaan maju bergerak ke arah kesempurnaan. Definisi ini tidak menyebutkan preposisi "ke" melainkan "ke arah".
Ini berarti kita takkan pernah sampai pada kesempurnaan, namun kita dapat bergerak maju ke arah itu. Pergerakan maju ini unik bagi setiap individu. Dengan demikian kematangan bukan suatu keadaan yang statis, tapi lebih merupakan suatu keadaan "menjadi" atau state of becoming.
Pengertian ini menjelaskan, suatu kasus misal, mengapa seorang eksekutif bertindak sedemikian dewasa dalam pekerjaannya, namun sebagai suami dan ayah ia banyak berbuat salah. Tak ada seseorang yang sanggup bertindak dan bereaksi terhadap semua situasi dan aspek kehidupan dengan kematangan penuh seratus persen. Mereka dapat menangani banyak problem secara lebih dewasa. Berikut ini ada beberapa kualitas atau tanda mengenai kematangan seseorang. Namun, kewajiban setiap orang adalah menumbuhkan itu di dalam dirinya sendiri, dan menjadi bagian dari dirinya sendiri. Maka, orang yang dewasa/matang adalah:
1. Dia menerima dirinya sendiri
Eksekutif yang paling efektif adalah ia yang mempunyai pandangan atau penilaian baik terhadap kekuatan dan kelemahannya. Ia mampu melihat dan menilai dirinya secara obyektif dan realitis. Dengan demikian ia bisa memilih orang-orang yang mampu membantu mengkompensasi kelemahan dan kekurangannya. Ia pun dapat menggunakan kelebihan dan bakatnya secara efektif, dan bebas dari frustasi-frustasi yang biasa timbul karena keinginan untuk mencapai sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dalam dirinya. Orang yang dewasa mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik, dan senantiasa berusaha untuk menjadi lebih baik. Ia tidak berkepentingan untuk menandingi orang lain, melainkan berusaha mengembangkan dirinya sendiri. Dr. Abraham Maslow berkata, "Orang yang dewasa ingin menjadi yang terbaik sepanjang yang dapat diusahakannya. Dalam hal ini dia tidak merasa mempunyai pesaing-pesaing".
2. Dia menghargai orang lain
Eksekutif yang efektif pun bisa menerima keadaan orang lain yang berbeda-beda. Ia dikatakan dewasa jika mampu menghargai perbedaan itu, dan tidak mencoba membentuk orang lain berdasarkan citra dirinya sendiri. Ini bukan berarti bahwa orang yang matang itu berhati lemah, karena jika kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri seseorang itu sudah sedemikian mengganggu tujuan secara keseluruhan, ia tak segan memberhentikannya. Ukuran yang paling tepat dan adil dalam hubungan dengan orang lain bahwa kita menghormati orang lain, adalah ketiadaan keinginan untuk memperalat atau memanipulasi orang lain tersebut.
3. Dia menerima tanggung jawab
Orang yang tidak dewasa akan menyesali nasib buruk mereka. Bahkan, mereka berpendapat bahwa nasib buruk itu disebabkan oleh orang lain. Sedangkan orang yang sudah dewasa malah mengenal dan menerima tanggung jawab dan pembatasan-pembatasan situasi dimana ia berbuat dan berada. Tanggung jawab adalah perasaan bahwa seseorang itu secara individu bertanggung jawab atas semua kegiatan, atau suatu dorongan untuk berbuat dan menyelesaikan apa yang harus dan patut diperbuat dan diselesaikan. Mempercayakan nasib baik pada atasan untuk memecahkan persoalan diri sendiri adalah tanda ketidakdewasaan. Rasa aman dan bahagia dicapai dengan mempunyai kepercayaan dalam tanggung jawab atas kehidupan sendiri.
4. Dia percaya pada diri sendiri
Seseorang yang matang menyambut dengan baik partisipasi dari orang lain, meski itu menyangkut pengambilan keputusan eksekutif, karena percaya pada dirinya sendiri. Ia memperoleh kepuasan yang mendalam dari prestasi dan hal-hal yang dilaksanakan oleh anak buahnya. Ia memperoleh perasaan bangga, bersama dengan kesadaran tanggung jawabnya, dan kesadaran bahwa anak buahnya itu tergantung pada kepemimpinannya. Sedangkan orang yang tidak dewasa justru akan merasa sakit bila ia dipindahkan dari peranan memberi perintah kepada peranan pembimbing, atau bila ia harus memberi tempat bagi bawahannya untuk tumbuh. Seseorang yang dewasa belajar memperoleh suatu perasaan kepuasaan untuk mengembangkan potensi orang lain.
5. Dia sabar
Seseorang yang dewasa belajar untuk menerima kenyataan, bahwa untuk beberapa persoalan memang tidak ada penyelesaian dan pemecahan yang mudah. Dia tidak akan menelan begitu saja saran yang pertama. Dia menghargai fakta-fakta dan sabar dalam mengumpulkan informasi sebelum memberikan saran bagi suatu pemecahan masalah. Bukan saja dia sabar, tetapi juga mengetahui bahwa adalah lebih baik mempunyai lebih dari satu rencana penyelesaian.
6. Dia mempunyai rasa humor
Orang yang dewasa berpendapat bahwa tertawa itu sehat. Tetapi dia tidak akan menertawakan atau merugikan/melukai perasaan orang lain. Dia juga tidak akan tertawa jika humor itu membuat orang lain jadi tampak bodoh. Humor semestinya merupakan bagian dari emosi yang sehat, yang memunculkan senyuman hangat dan pancaran yang manis. Perasaan humor anda menyatakan sikap anda terhadap orang lain. Orang yang dewasa menggunakan humor sebagai alat melicinkan ketegangan, bukan pemukul orang lain.
Diadaptasi dari "The Effective Psychology for Manager" oleh Mortimer R. Feinberg, Ph.D
Sesungguhnya apa yang disebut dengan kematangan atau kedewasaan itu?
Kedewasaan tidak selalu berkaitan dengan intelegensi. Banyak orang yang sangat brilian namun masih seperti kanak-kanak dalam hal penguasaan perasaannya, dalam keinginannya untuk memperoleh perhatian dan cinta dari setiap orang, dalam bagaimana caranya memperlakukan dirinya sendiri dan orang lain, dan dalam reaksinya terhadap emosi. Namun, ketinggian intelektual seseorang bukan halangan untuk mengembangkan kematangan emosi. Malah bukti-bukti menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Orang yang lebih cerdas cenderung mempunyai perkembangan emosi yang lebih baik dan superior, serta mempunyai kemampuan menyesuaikan diri atau kematangan sosial yang lebih baik.
Kedewasaan pun bukan berarti kebahagiaan. Kematangan emosi tidak menjamin kebebasan dari kesulitan dan kesusahan. Kematangan emosi ditandai dengan bagaimana konflik dipecahkan, bagaimana kesulitan ditangani. Orang yang sudah dewasa memandang kesulitan-kesulitannya bukan sebagai malapetaka, tetapi sebagai tantangan-tantangan.
Apa sih kedewasaan/kematangan itu? Menurut kamus Webster, adalah suatu keadaan maju bergerak ke arah kesempurnaan. Definisi ini tidak menyebutkan preposisi "ke" melainkan "ke arah".
Ini berarti kita takkan pernah sampai pada kesempurnaan, namun kita dapat bergerak maju ke arah itu. Pergerakan maju ini unik bagi setiap individu. Dengan demikian kematangan bukan suatu keadaan yang statis, tapi lebih merupakan suatu keadaan "menjadi" atau state of becoming.
Pengertian ini menjelaskan, suatu kasus misal, mengapa seorang eksekutif bertindak sedemikian dewasa dalam pekerjaannya, namun sebagai suami dan ayah ia banyak berbuat salah. Tak ada seseorang yang sanggup bertindak dan bereaksi terhadap semua situasi dan aspek kehidupan dengan kematangan penuh seratus persen. Mereka dapat menangani banyak problem secara lebih dewasa. Berikut ini ada beberapa kualitas atau tanda mengenai kematangan seseorang. Namun, kewajiban setiap orang adalah menumbuhkan itu di dalam dirinya sendiri, dan menjadi bagian dari dirinya sendiri. Maka, orang yang dewasa/matang adalah:
1. Dia menerima dirinya sendiri
Eksekutif yang paling efektif adalah ia yang mempunyai pandangan atau penilaian baik terhadap kekuatan dan kelemahannya. Ia mampu melihat dan menilai dirinya secara obyektif dan realitis. Dengan demikian ia bisa memilih orang-orang yang mampu membantu mengkompensasi kelemahan dan kekurangannya. Ia pun dapat menggunakan kelebihan dan bakatnya secara efektif, dan bebas dari frustasi-frustasi yang biasa timbul karena keinginan untuk mencapai sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dalam dirinya. Orang yang dewasa mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik, dan senantiasa berusaha untuk menjadi lebih baik. Ia tidak berkepentingan untuk menandingi orang lain, melainkan berusaha mengembangkan dirinya sendiri. Dr. Abraham Maslow berkata, "Orang yang dewasa ingin menjadi yang terbaik sepanjang yang dapat diusahakannya. Dalam hal ini dia tidak merasa mempunyai pesaing-pesaing".
2. Dia menghargai orang lain
Eksekutif yang efektif pun bisa menerima keadaan orang lain yang berbeda-beda. Ia dikatakan dewasa jika mampu menghargai perbedaan itu, dan tidak mencoba membentuk orang lain berdasarkan citra dirinya sendiri. Ini bukan berarti bahwa orang yang matang itu berhati lemah, karena jika kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri seseorang itu sudah sedemikian mengganggu tujuan secara keseluruhan, ia tak segan memberhentikannya. Ukuran yang paling tepat dan adil dalam hubungan dengan orang lain bahwa kita menghormati orang lain, adalah ketiadaan keinginan untuk memperalat atau memanipulasi orang lain tersebut.
3. Dia menerima tanggung jawab
Orang yang tidak dewasa akan menyesali nasib buruk mereka. Bahkan, mereka berpendapat bahwa nasib buruk itu disebabkan oleh orang lain. Sedangkan orang yang sudah dewasa malah mengenal dan menerima tanggung jawab dan pembatasan-pembatasan situasi dimana ia berbuat dan berada. Tanggung jawab adalah perasaan bahwa seseorang itu secara individu bertanggung jawab atas semua kegiatan, atau suatu dorongan untuk berbuat dan menyelesaikan apa yang harus dan patut diperbuat dan diselesaikan. Mempercayakan nasib baik pada atasan untuk memecahkan persoalan diri sendiri adalah tanda ketidakdewasaan. Rasa aman dan bahagia dicapai dengan mempunyai kepercayaan dalam tanggung jawab atas kehidupan sendiri.
4. Dia percaya pada diri sendiri
Seseorang yang matang menyambut dengan baik partisipasi dari orang lain, meski itu menyangkut pengambilan keputusan eksekutif, karena percaya pada dirinya sendiri. Ia memperoleh kepuasan yang mendalam dari prestasi dan hal-hal yang dilaksanakan oleh anak buahnya. Ia memperoleh perasaan bangga, bersama dengan kesadaran tanggung jawabnya, dan kesadaran bahwa anak buahnya itu tergantung pada kepemimpinannya. Sedangkan orang yang tidak dewasa justru akan merasa sakit bila ia dipindahkan dari peranan memberi perintah kepada peranan pembimbing, atau bila ia harus memberi tempat bagi bawahannya untuk tumbuh. Seseorang yang dewasa belajar memperoleh suatu perasaan kepuasaan untuk mengembangkan potensi orang lain.
5. Dia sabar
Seseorang yang dewasa belajar untuk menerima kenyataan, bahwa untuk beberapa persoalan memang tidak ada penyelesaian dan pemecahan yang mudah. Dia tidak akan menelan begitu saja saran yang pertama. Dia menghargai fakta-fakta dan sabar dalam mengumpulkan informasi sebelum memberikan saran bagi suatu pemecahan masalah. Bukan saja dia sabar, tetapi juga mengetahui bahwa adalah lebih baik mempunyai lebih dari satu rencana penyelesaian.
6. Dia mempunyai rasa humor
Orang yang dewasa berpendapat bahwa tertawa itu sehat. Tetapi dia tidak akan menertawakan atau merugikan/melukai perasaan orang lain. Dia juga tidak akan tertawa jika humor itu membuat orang lain jadi tampak bodoh. Humor semestinya merupakan bagian dari emosi yang sehat, yang memunculkan senyuman hangat dan pancaran yang manis. Perasaan humor anda menyatakan sikap anda terhadap orang lain. Orang yang dewasa menggunakan humor sebagai alat melicinkan ketegangan, bukan pemukul orang lain.
Diadaptasi dari "The Effective Psychology for Manager" oleh Mortimer R. Feinberg, Ph.D
Interview with God
Men : Selamat Pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bicara.
GOD : Ooo.. WaktuKU adalah KEKEKALAN, tidak ada masalah tentang Waktu.
Apa pertanyaanmu?
Men : Thanks.. Apa yang paling mengherankan bagiMU tentang kami manusia?
GOD : Hahaha.. Kalian itu makhluk yang aneh.
Pertama, suka mencemaskan masa depan, sampai lupa hari ini.
Ke2, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati.
Ke3, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun setelah dewasa rindu lagi jadi anak2 : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal2 sepele.
Lalu Ke4, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tetapi membayarnya kembali untuk mengembalikan kesehatan itu.
alHal- h begitulah yang membuat hidup kalian susah.
Men : Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?
GOD : Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian : Suka melupakan nasihatKU. Baiklah KU ulangi lagi ya beberapa yang terpenting
1. Kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.
2. Ingat : "siapa" yang kalian miliki itu lebih berharga dari pada "apa" yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.
3. Jangan bodoh dengan cemburu dan membandingkan yang dimiliki orang lain. Melainkan bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia unggul. Otomatis Rejeki yg akan mengejar kalian.
4. Ingat orang yg disebut Kaya bukanlah dia yg berhasil mengumpulkan yg paling banyak, tetapi dia yg paling "sedikit" memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kepada sesamanya. Ok ?
Yang terpenting buat kamu yang sedang membaca ini, mengerti dan bertindaklah.
Ingat janji ini : "AKU Sekali-kali Tidak Akan Meninggalkanmu."
GOD : Ooo.. WaktuKU adalah KEKEKALAN, tidak ada masalah tentang Waktu.
Apa pertanyaanmu?
Men : Thanks.. Apa yang paling mengherankan bagiMU tentang kami manusia?
GOD : Hahaha.. Kalian itu makhluk yang aneh.
Pertama, suka mencemaskan masa depan, sampai lupa hari ini.
Ke2, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati.
Ke3, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun setelah dewasa rindu lagi jadi anak2 : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal2 sepele.
Lalu Ke4, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tetapi membayarnya kembali untuk mengembalikan kesehatan itu.
alHal- h begitulah yang membuat hidup kalian susah.
Men : Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?
GOD : Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian : Suka melupakan nasihatKU. Baiklah KU ulangi lagi ya beberapa yang terpenting
1. Kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. Jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.
2. Ingat : "siapa" yang kalian miliki itu lebih berharga dari pada "apa" yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.
3. Jangan bodoh dengan cemburu dan membandingkan yang dimiliki orang lain. Melainkan bersyukurlah dengan apa yang sudah kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia unggul. Otomatis Rejeki yg akan mengejar kalian.
4. Ingat orang yg disebut Kaya bukanlah dia yg berhasil mengumpulkan yg paling banyak, tetapi dia yg paling "sedikit" memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kepada sesamanya. Ok ?
Yang terpenting buat kamu yang sedang membaca ini, mengerti dan bertindaklah.
Ingat janji ini : "AKU Sekali-kali Tidak Akan Meninggalkanmu."
Steamed Brownies

Ingredients:
Telur 6 butir
Gula 225 gram
Vanili secukupnya
Garam secukupnya
Emulsifier 1/2 sdt, boleh TBM/SP
Terigu 125 gram, diayak
Coklat bubuk 50 gram, ayak, aduk rata dg terigu
Minyak sayur 175 ml
Dark cooking coklat 100 gram, lelehkan, campur dg minyak
Susu kental manis coklat 75 ml
Cara bikin:
1. Kocok telur dan gula hingga mengembang, masukkan campuran tepung terigu dan cokelat bubuk. Aduk rata.
2. Masukkan campuran minyak dan DCC, aduk rata. Sisihkan sepertiga adonan, tambahkan susu kental manis, aduk rata.
3. Bagi 2 adonan yang tidak ditambahkan susu kental, bagian I kukus 10 menit, tambahkan adonan dengan susu kental, kukus lagi 10 menit, terakhir masukkan adonan sisa tanpa susu kental, kukus sekitar 20 menit. Tes kematangan kue dengan tusuk gigi, pastikan tidak ada adonan yang menempel. Angkat.
4. Hias dengan gula halus. Enak dimakan hangat2.
Oya, aduknya kalau pakai mixer teksturnya lebih lembut, kalau pakai spatula agak kasar, ada gumpalan2 kecilnya. Kalau air dari uap kukusan jatuh ke kue, permukaannya jadi bergelombang seperti yang saya buat.
Mushroom Steamed Rice

Serving size: 4
Ingredients:
Kaldu
1 sdm kaldu ayam
1 liter air
3 sdm kecap ikan
garam secukupnya
Jamur
3 siung bawang putih, cincang halus
100 gram jamur merang, rendam dalam air panas 10 menit, cuci bersih dan potong jadi empat
2 sdm saus tiram
1 sdm minyak wijen
6 sdm kecap manis
5 sdm kecap ikan
1 sdt lada halus
minyak secukupnya untuk menumis
Nasi Tim
250 gr beras
3 siung bawang putih, cincang halus
1 sdm kecap asin
Directions:
Kaldu Ayam
Rebus kaldu ayam, kecap ikan, garam dalam 1 liter air hingga mendidih.
Jamur
Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan potongan jamur, saus tiram, kecap manis, kecap asin, lada, minyak wijen. Aduk rata dan sisihkan
Nasi Tim
Tumis bawang putih hingga harum, masukkan beras, aduk rata, tambahkan kecap asin, aduk rata sekitar 2 menit, angkat.
Masukkan tumisan jamur ke dalam loyang, ratakan, lalu tambahkan beras, tuang kaldu ayam sebatas 1,5 buku jari diatas beras, kukus hingga matang.
Corn Cream Soup

Ingredients:
1 kaleng jagung muda manis
2 siung bawang merah
3 siung bawang putih
2 sdm tepung maizena
1 sdt garam halus
1/2 sdt lada bubuk
1 sdt kaldu ayam
1 lembar roti tawar
daun parsley secukupnya
Directions:
1. Tumis bawang merah dan bawang putih yang sudah dicincang halus atau diblender.
2. Masukkan jagung muda manis yang sudah diblender(jangan terlalu halus)
3. Tambahkan garam halus dan lada, aduk rata.
4. Masukkan 2 gelas air panas, aduk rata(masak jagung sampai matang),tambahkan kaldu ayam.
5. Masukkan tepung maizena sedikit-sedikit sambil terus diaduk rata dengan api kecil sampai mengental,angkat dan taburi daun parsley yang sudah diiris halus.
6. Gunting roti tawar bentuk persegi kecil, oven sampai kering. Susun diatas sup.
Rhumball

Serving size: 10
Ingredients:
Biskuit marie 2 pack
Susu kental manis coklat 1 kaleng
Rhum 4 sdm
Meises secukupnya
Directions:
1. Biskuit marie dihancurkan, diblender sampai halus.
2. Tambahkan susu kental manis coklat sambil diulen dengan tangan kosong. Tambahkan terus susu nya sampai kira2 bisa dipulung. Lebih baik lebih susunya daripada kurang, karena nanti didinginin bakal mengeras.
3. Tambahkan rhum secukupnya. Sesuai selera saja,saya pribadi suka wanginya. Uleni lagi.
4. Setelah rata,bungkus tangan dengan plastik supaya adonan tidak lengket di tangan. Bentuk bulat2, gulingkan di meises.
5. Letakkan di cup kertas. Tata di piring, masukkan ke kulkas sampai mengeras.
Jadi deh =) yummy...
Practical Lessons from Proverbs
After we learn about the description of Proverbs 31 Woman, there are few lessons that can be a guidance to our daily life, starting today :)
1. Get up early – you will be amazed at how much time you add to your day simply by getting up when the alarm goes off the first time. Getting up before the sun rises will also let you find that quiet time.
2. Get plenty of rest – turn off the television, computer and other electronic noise. Let your mind rest before you put go to bed. Your sleep will be better and you will wake up the next day more rested.
3. Reach out to help – alleviating others burden will alleviate ours as well.
4. Find the positive – sometimes it can be tough to find the silver lining, but it always exists.
5. Be bold – you will never walk on water if you do not get out of the boat.
6. Be prepared for opportunity – when the door opens, be ready to go. Plan for action so you can take action when opportunity arises.
7. Look good – the advertisements showing the woman in a dress and pearls was not as far off the mark as you might have hoped. Looking good will help you feel good.
8. Keep on keeping on – it is important to rest but it is also important not to get caught up in idleness. Running on idle is NOT good for the engine. Do something constructive.
9. Encourage others – being an encouragement not only makes you a joy to others but will end up helping you feel joyful about what you are doing.
10. Be thankful for the provision – you may not have all that you want or desire but you have the most important things. Be thankful for what you do have and you will discover that you have more and more of the things that you want as well.
11. Look after your home – being a good steward means more than giving a tithe. It requires taking care of all, including making your home “guest ready” every day.
12. Meet the needs of those around you – there are days when you do NOT want to do things, but do them any way just because you have love for the ones you are serving.
13. Work with your hands – build something, make something, bake something or write something.
14. Be helpful – look for ways that you can help your family, your neighbors or the strangers. Even little things can be big.
15. Put God first – no matter how busy times get, be sure to make time for God. Spending time in prayer and study in the morning, throughout the day and just before bed will keep your heart, mind and body centered.
There is so much to learn from the Proverbs. Let the principles help us find our path for life.
1. Get up early – you will be amazed at how much time you add to your day simply by getting up when the alarm goes off the first time. Getting up before the sun rises will also let you find that quiet time.
2. Get plenty of rest – turn off the television, computer and other electronic noise. Let your mind rest before you put go to bed. Your sleep will be better and you will wake up the next day more rested.
3. Reach out to help – alleviating others burden will alleviate ours as well.
4. Find the positive – sometimes it can be tough to find the silver lining, but it always exists.
5. Be bold – you will never walk on water if you do not get out of the boat.
6. Be prepared for opportunity – when the door opens, be ready to go. Plan for action so you can take action when opportunity arises.
7. Look good – the advertisements showing the woman in a dress and pearls was not as far off the mark as you might have hoped. Looking good will help you feel good.
8. Keep on keeping on – it is important to rest but it is also important not to get caught up in idleness. Running on idle is NOT good for the engine. Do something constructive.
9. Encourage others – being an encouragement not only makes you a joy to others but will end up helping you feel joyful about what you are doing.
10. Be thankful for the provision – you may not have all that you want or desire but you have the most important things. Be thankful for what you do have and you will discover that you have more and more of the things that you want as well.
11. Look after your home – being a good steward means more than giving a tithe. It requires taking care of all, including making your home “guest ready” every day.
12. Meet the needs of those around you – there are days when you do NOT want to do things, but do them any way just because you have love for the ones you are serving.
13. Work with your hands – build something, make something, bake something or write something.
14. Be helpful – look for ways that you can help your family, your neighbors or the strangers. Even little things can be big.
15. Put God first – no matter how busy times get, be sure to make time for God. Spending time in prayer and study in the morning, throughout the day and just before bed will keep your heart, mind and body centered.
There is so much to learn from the Proverbs. Let the principles help us find our path for life.
The Proverbs 31 Woman
For thousands of years, God-fearing women have looked to the virtuous woman of Proverbs 31 as their ideal. Of what value can this ancient poem be to the women today? It is more relevant than you might at first expect — although it is also too good to be true.
"A wife of noble character who can find? She is worth far more than rubies." The Hebrew word chayil, means a wife of valor — a strong, capable woman with strong convictions. This description does not agree with weakness and passivity.
"Her husband has full confidence in her and lacks nothing of value." Her husband trusts her management of their resources. Her industriousness adds to the family income.
"She brings him good, not harm, all the days of her life." This woman does not do right only when it is convenient and profitable. Her character is steady. She is reliable and dependable.
"She selects wool and flax and works with eager hands." This woman enjoys working so much that she plans ahead for what she needs in order to accomplish her responsibilities.
"She is like the merchant ships, bringing her food from afar." This woman who goes the extra mile for quality items is not satisfied being mediocre.
"She gets up while it is still dark; she provides food for her family and portions for her servant girls." Though the woman described here has servants to take care of the house, she understands that good managers have a responsibility to take care of those under their authority.
"She considers a field and buys it; out of her earnings she plants a vineyard." Every woman doesn’t have to go into real estate and planting— the principle here is that this woman uses her mind to analyze and strategize. Her goals are not only short term — but long-term.
"She sets about her work vigorously; her arms are strong for her tasks." We get a picture of a woman who keeps herself healthy and strong by proper diet,rest and exercise.
"She sees that her trading is profitable, and her lamp does not go out at night." It is sure that her responsibilities are well taken care of.
"In her hand she holds the distaff and grasps the spindle with her fingers." The example she sets is one of skill and industriousness. Whether this woman would be a programmer, a pianist, an accountant, she develops her talents.
"She opens her arms to the poor and extends her hands to the needy." This woman shows personal concern. She visits the sick, comforts the lonely, and gives food to those in need.
"When it snows, she has no fear for her household; for all of them are clothed in scarlet." Providing clothing for the family is one of her responsibilities. She has her plans.
"She makes coverings for her bed; she is clothed in fine linen and purple." This woman has high standards and dresses properly for the occasion.
"Her husband is respected at the city gate, where he takes his seat among the elders of the land." This man does not have to spend time solving problems at home, and his success in the social world comes partly from her support.
"She makes linen garments and sells them, and supplies the merchants with sashes." This woman runs a business from her home. Her efforts and industry add to the family income.
"Strength and honor are her clothing; she shall rejoice in time to come" This woman benefits each day from her actions.
"She speaks with wisdom, and faithful instruction is on her tongue." This woman reads and knows what she is talking about.
"She watches over the affairs of her household and does not eat the bread of idleness." She is an organized, energetic person who carries out her responsibilities.
"Her children arise and call her blessed; her husband also, and he praises her." She is honored in her home.
"Many women do noble things, but you surpass them all." High praise for this extraordinary woman — a role model for all women.
"Charm is deceptive and beauty is fleeting; but a woman who fears the Lord is to be praised." Here is the key to this woman’s effectiveness. Her priorities are determined by God’s will, not her own.
"Give her the reward she has earned, and let her works bring her praise at the city gate." This woman is actively doing good works.
________________________________________
The woman described in Proverbs is a portrait of ideal womanhood. The focus of this portrait is a woman’s relationship with God, not her specific abilities. The Proverbs 31 woman realizes that regardless of her skills or all her accomplishments, her strength comes from God.
Who is a virtuous woman today? Proverbs 31 says that it is the woman who puts God first.
Cultures change, but this woman’s godly character is still highly applicable.
God bless you :)
"A wife of noble character who can find? She is worth far more than rubies." The Hebrew word chayil, means a wife of valor — a strong, capable woman with strong convictions. This description does not agree with weakness and passivity.
"Her husband has full confidence in her and lacks nothing of value." Her husband trusts her management of their resources. Her industriousness adds to the family income.
"She brings him good, not harm, all the days of her life." This woman does not do right only when it is convenient and profitable. Her character is steady. She is reliable and dependable.
"She selects wool and flax and works with eager hands." This woman enjoys working so much that she plans ahead for what she needs in order to accomplish her responsibilities.
"She is like the merchant ships, bringing her food from afar." This woman who goes the extra mile for quality items is not satisfied being mediocre.
"She gets up while it is still dark; she provides food for her family and portions for her servant girls." Though the woman described here has servants to take care of the house, she understands that good managers have a responsibility to take care of those under their authority.
"She considers a field and buys it; out of her earnings she plants a vineyard." Every woman doesn’t have to go into real estate and planting— the principle here is that this woman uses her mind to analyze and strategize. Her goals are not only short term — but long-term.
"She sets about her work vigorously; her arms are strong for her tasks." We get a picture of a woman who keeps herself healthy and strong by proper diet,rest and exercise.
"She sees that her trading is profitable, and her lamp does not go out at night." It is sure that her responsibilities are well taken care of.
"In her hand she holds the distaff and grasps the spindle with her fingers." The example she sets is one of skill and industriousness. Whether this woman would be a programmer, a pianist, an accountant, she develops her talents.
"She opens her arms to the poor and extends her hands to the needy." This woman shows personal concern. She visits the sick, comforts the lonely, and gives food to those in need.
"When it snows, she has no fear for her household; for all of them are clothed in scarlet." Providing clothing for the family is one of her responsibilities. She has her plans.
"She makes coverings for her bed; she is clothed in fine linen and purple." This woman has high standards and dresses properly for the occasion.
"Her husband is respected at the city gate, where he takes his seat among the elders of the land." This man does not have to spend time solving problems at home, and his success in the social world comes partly from her support.
"She makes linen garments and sells them, and supplies the merchants with sashes." This woman runs a business from her home. Her efforts and industry add to the family income.
"Strength and honor are her clothing; she shall rejoice in time to come" This woman benefits each day from her actions.
"She speaks with wisdom, and faithful instruction is on her tongue." This woman reads and knows what she is talking about.
"She watches over the affairs of her household and does not eat the bread of idleness." She is an organized, energetic person who carries out her responsibilities.
"Her children arise and call her blessed; her husband also, and he praises her." She is honored in her home.
"Many women do noble things, but you surpass them all." High praise for this extraordinary woman — a role model for all women.
"Charm is deceptive and beauty is fleeting; but a woman who fears the Lord is to be praised." Here is the key to this woman’s effectiveness. Her priorities are determined by God’s will, not her own.
"Give her the reward she has earned, and let her works bring her praise at the city gate." This woman is actively doing good works.
________________________________________
The woman described in Proverbs is a portrait of ideal womanhood. The focus of this portrait is a woman’s relationship with God, not her specific abilities. The Proverbs 31 woman realizes that regardless of her skills or all her accomplishments, her strength comes from God.
Who is a virtuous woman today? Proverbs 31 says that it is the woman who puts God first.
Cultures change, but this woman’s godly character is still highly applicable.
God bless you :)
Subscribe to:
Posts (Atom)