Sunday, November 7, 2010

My Birthday Resolution

Two days from now and it would be my 19th birthday. It is special knowing that I would be leaving my teenage years and stepping into another exciting chapter of my life.
Okay. So, i will turn nineteen soon. If someone would ask me what is the best way to celebrate a birthday, it is definitely making a commitment to one’s self to become a more socially responsible person, be a person who benefits and blesses others.

I have no idea how this was brought about but i created a Birthday Resolution. The things i have to do BEFORE I be twenty-year-old. These, however simple they may seem, are things i have never done.
So, this year, i want to to do my list. Let me know if you wanna go with me doing the things. Around same time next year i shall post pictures as proof.

The List:

1. Read bible from cover to cover.
I tried it before and I think I stopped somewhere in the Old Testament, thus this time I want to finish it.
2. Pray and fast for 10 days-straight.
3. Grow my waist-long hair back.
I love long hair for its feminity effect, especially if it is silky and shiny. Voila!
4. Go volunteer at Soup Kitchen.
Being caught up in our own lives drama, we forget people with real problems. Give back to society and help fellow woman by feeding the needy.
5. Be a vegetarian.
Eat no meat, fish, milk or egg since I saw the cruelness in killing those animals for food. Besides, raising animals for food contributes more greenhouse gases than all the vehicles in the world. See for detail.
6. Adopt a tree.
Since I can’t plant any tree any where right now, I’ll try to offset carbon footprint by adopting one, or two, at Botanic Gardens. They have a list of about 100 types of trees.
7. Go to Botanical Garden.
8. Take mum to buy a designer bag.
9. Being green by not taking any more plastic bags & straws
Perhaps, the greatest thing to help the environment is to lessen the use of plastics.. or much better, find alternatives for it. Imagine how many years it would take nature to digest plastic straws, bags and mineral water bottles we produce everyday!
10. Go for romantic meals at a restaurant on Dempsey Road.
11. Picnic in the park with my loved ones.
12. Pretend to know someone and engage them in conversation
13. Get into shape (36-24-36)
This is so ideal! I’ll have to work out that waist for sure.
14. Drink aged whisky.
With harsher and darker taste than wine, it is uncommon woman’s drink. And it is good only if it has been at least 10 years in a casket.
15. Save money for needy kids in Cambodia and Indonesia.
It’s not like Angelina Jolie’s example, but we still can help for any amount and this will help providing them with education, healthcare, playground and basic necessities (Cambodia). For just S$30 a year and this will proceed for their education fees (Indonesia).
16. Write a letter with pen to a friend.
In this age of emailing, the feeling of receiving a real letter and its sincerity of handwriting can’t be beaten.
17. Learn more about flight attendant.
Understand this dream job better. Finding a mentor will help to get started.
18. Watch fireflies.
19. Speak proper German.
German is the most widely spoken tongue in Europe, it supports wide range of exchange programs and opportunities to study on scholarship.
20. Compile my own recipe book.
Self-publish my own family favourite recipe book so never have to worry about family’s recipe getting lost over time. Printing some copies of hardcover design may costs cheaper in Jakarta.
21. Swimming at a beach.

My Wishes
NON-TANGIBLE (Personal Wishes)
1. I hope my mom would be healed completely from her oesophagus sickness and able to eat anything anytime. I believe that prayers may help. Her health can really scare me at times, so I really want her to be super-healthy. For my father also, I wish with all my heart he is doing okay. For his business, ministry, health, relationship, marriage, everything; may he succeed in everything. I just admire him, so much.
2. I wish my brother and sister will do well on their studies. I don’t expect honors but I’m sure they’ll live life as a student to the fullest and be salt and light among their friends.
3. I hope I can spend more intimate time with God, spend more money on helping the needy, and fulfill my “10,000 hours” on writing.
4. I wish more people realized and willing to change according to Environmental, Poverty, Hunger, or any other issues. Let’s try to do what we can to make others and the earth better. Save electricity and water, use public transport, eat less processed food, print on both sides, avoid using disposable cutleries and chopsticks, not sending junk mail, adopt a tree, fund a child’s education, donating to disaster, etc. Just some efforts to make this world a better place.
5. For NTU cellgroup family, provided us the chance to be friends and most of us had underwent many things together, I wish that we can all grow to be more like Him each day.
6. My grandpa! I wish he’s happy, healthy, lovely as always. And continue serving God until the end.
7. For Indonesia, my beloved country, may it be strengthened by God. I know He won’t give tribulations more than what we can bear. This is His opportunity to prove what can be shaken and what’s not. Hopefully humanity can’t. May all Indonesians given heart of generosity and compassion, to do to others as we do to ourselves. God loves Indonesia.
8. A bouquet of fresh flowers. Especially roses, I adore those.
9. A book. Amaze me with your choice.
10. Nice eco-friendly house with huge garden and room for worship.


Sunday, September 26, 2010

Habitus Orang Kaya

Manusia membangun habitus secara perlahan. Dan kemudian habitus itu membentuk nasibnya.
"Apakah habitus orang kaya yang paling umum?" tanya saya kepada sejumlah kawan.
"Mereka super pelit," kata Iin.
"Orang kaya yang saya kenal banyak yang sombong," jawab Toni.
"Selalu memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat," kata Herlina.
"Tidak suka berhutang," ujar Didi.
"Suka menawar harga barang yang ingin dibelinya," jelas Diah.
"Mereka suka memamerkan kekayaannya," kata Rudy.
"Cenderung serakah dan asosial," gagas Yuyun.
"Hanya membeli barang-barang bermerek terkenal," ujar Lilik.
"Hidup hemat, cenderung pelit, dan tidak suka menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya," papar Dewi.
"Suka bangun siang dan tidur dini hari," kata Indra.


"Habitus (Latin) bisa berarti kebiasaan, tata pembawaan, atau penampilan diri, yang telah menjadi insting perilaku yang mendarah daging, semacam pembadanan dari kebiasaan kita dalam rasa-merasa, memandang, mendekati, bertindak, atau berinteraksi dalam kondisi suatu masyarakat. bersifat spontan, tidak disadari pelakunya apakah
itu terpuji atau tercela, seperti orang tak sadar akan bau mulutnya.
Ia bisa menunjuk seseorang, tapi juga kelompok sosial," demikian antara lain penjelasan B. Herry-Priyono (Kompas, 31 Desember 2005).

Perhatikan bahwa habitus "...telah menjadi insting perilaku yang mendarah daging", "bersifat spontan", "tidak disadari pelakunya", dan bisa menunjuk kepada "kelompok sosial" tertentu. Nah, dengan pemahaman ini, mari kita coba pikirkan, apa sajakah habitus kelompok sosial ekonomi atas (baca: orang-orang kaya dan super kaya) yang
telah menjadi insting perilaku yang mendarah daging, bersifat spontan, dan tidak disadari pelakunya (baca: bersifat reflek)?
Dari studi literatur tentang kecenderungan perilaku orang-orang kaya di Amerika dan Asia, serta dari pengamatan pribadi mengenai perilaku sejumlah kawan yang kaya di Indonesia, sekurang-kurangnya bisa disebutkan beberapa habitus yang saling kait mengait satu sama lainsebegai berikut.

Habitus pertama, dan boleh jadi ini yang terpenting, mereka menikmati hidup dengan standar jauh dibawah kemampuan mereka yang sebenarnya.
Artinya, secara keuangan mereka lebih kuat dari apa yang nampak oleh mata lingkungannya. Mereka lebih kaya dari apa yang mungkin dipikirkan orang lain di sekitar mereka (tetangganya). Bila mereka sesungguhnya mampu membeli rumah seharga Rp 10 miliar, maka mereka senang memilih rumah seharga Rp 1 miliar. Jika mereka mampu membeli mobil seharga Rp 2 miliar, mereka senang memilih mobil seharga Rp 600
juta saja. Sekalipun mereka lebih dari mampu membeli barang-barang yang dipajang di butik-butik eksklusif atau pertokoan mewah macam Sogo Departemen Store, mereka tidak sungkan untuk berbelanja di pusat belanja grosir seperti di ITC Mangga Dua.

Seorang kawan yang saya duga memiliki harta kekayaan bersih lebih dari Rp 20 miliar dan tinggal di kawasan Karawaci, Tangerang, pernah mengatakan kepada saja bahwa, "Saya menganut pandangan bahwa apapun yang kita gunakan dan nampak oleh orang lain seharusnya tidak lebih dari sepertiga kekuatan kita yang sesungguhnya. Dan kalau saya bisa menggunakan sepertigapuluh atau bahkan sepertigaratus dari kemampuan finansial saya untuk hidup nyaman, itu sudah cukup. Saya tidak suka dikenal terutama sebagai orang kaya. Saya lebih suka dikenal sebagai orang yang berkarya". Pernyataan ini dengan tegas menunjukkan bahwa ia menikmati hidup dibawah kemampuan yang sesungguhnya.
Karena terbiasa hidup dibawah kemampuan yang sesungguhnya, maka mereka-orang-orang kaya tersebut-selalu memastikan bahwa biaya konsumsi mereka jauh dibawah penghasilan rutin yang mereka peroleh.
Itulah habitus kedua. Jika mereka memperoleh penghasilan rutin (katakan saja) Rp 30-40 juta per bulan, maka mereka telah membiasakan diri untuk hanya menggunakan sekitar Rp 10-15 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan bulanan keluarganya. Dan ketika penghasilan mereka meningkat menjadi Rp 60-70 juta per bulan pun, mereka tidak merasa
perlu untuk mengubah pola konsumsi mereka. Dalam hal ini yang meningkat secara langsung adalah jumlah tabungan untuk investasi, karena biaya konsumsi relatif tetap.

Habitus yang ketiga adalah kebiasaan menyisihkan dana untuk tabungan dan investasi dulu, dan menyisakan yang lainnya untuk konsumsi rutin setiap bulannya. Jadi bukannya menggunakan penghasilannya untuk konsumsi dan kalau akhir bulan masih tersisa baru ditabung dan diinvestasikan. Dengan kata lain, mereka terbiasa untuk mencurahkan
cukup banyak waktu untuk memikirkan soal kemana dan bagaimana uang mereka ditabung dan diinvestasikan agar berkembang lebih maksimal.Mereka tidak memberikan banyak waktu untuk memikirkan cara-cara menggunakan uang secara konsumtif, untuk berbelanja berlama-lama di pusat-pusat pembelanjaan. Sebaliknya, mereka memberikan banyak waktu
untuk memikirkan hal-hal yang membuat harta mereka menjadi makin produktif, tumbuh dan berkembang, sehingga mereka menjadi mapan secara keuangan.

Setiap kali saya mengingat sejumlah perbincangan ketika berkesempatan mewawancarai atau sekadar mendengarkan nasihat orang-orang seperti Mochtar Ryadi, Ir. Ciputra, Bob Sadino, Jonathan L. Parapak, dan Soen Siregar, saya merasakan bagaimana ketiga habitus yang disebut di atas telah terpatri menjadi bagian dari tarikan nafas orang-orang tersebut. Tentu saja masih banyak lagi habitus orang-orang yang mapan secara finansial itu. Namun tiga yang telah dipaparkan di atas adalah habitus yang paling umum.
Karena itu saya bisa memastikan bahwa kawan-kawan saya yang lebih suka menampilkan gaya hidup seperti orang kaya, membiasakan diri untuk berbelanja lebih dulu dan menabung belakangan, serta senang menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan barang-barang konsumsi (gonta ganti mobil baru tiap 1-2 tahun sekali, mengenakan pakaian-
pakaian bermerek yang dibeli secara kredit, makan minum di tempat- tempat mahal, dan sebagainya), pastilah tidak akan pernah menjadi orang yang mapan secara keuangan. Orang muda yang suka foya-foya, hampir pasti akan hidup susah di usia senja. Sepasti matahari tenggelam di ufuk barat.

Kalau tak percaya, silahkan mencoba dan rasakan akibatnya!

Sumber: Habitus Orang Kaya oleh Andrias Harefa

Saturday, August 14, 2010

12 Pelukan Sehari

"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari," kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda?
Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda?
Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.
Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.

Pelukan Damai

Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat, merasa damai dan tentram.

Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan.

Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikut-sertakan gairah. Pelukan ini juga bukan 'pelukan sosial', seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.
Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.

Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa,melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.

Anak Tumbuh Sehat

"Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi," ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya.
Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.

Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.

Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

Transformasi Rasa Nyaman

Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata, "pelukan salah satu alat untuk bertransformasi". Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya.

Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.

Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.

Jika Bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi. Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit.

Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat?

Dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.

Thursday, August 5, 2010

Pengalaman Wisata Medis ke Penang

Baru- baru ini saya beserta orangtua pergi ke Penang, Malaysia dengan tujuan berobat. Ini merupakan pengalaman yang menakjubkan bagi saya, karena pulau mini ini ternyata jauh lebih baik dan professional dibandingkan dengan Jakarta, dari berbagai sisi. Akan saya ceritakan disini.

Pulau Pinang atau yang biasa disebut Penang adalah salah satu pulau di Malaysia dengan ibukotanya adalah George Town.
Kami berangkat menuju Penang dengan pesawat murah AirAsia dari Jakarta. Jadwal penerbangan AirAsia dari Soekarno Hatta yaitu pukul 6 pagi sedangkan dari “Bayan Lepas” Penang pukul 12.15 siang waktu setempat, penerbangan kira-kira 2 jam 20 menit. Sekedar info, perbedaan waktu antara Jakarta dan Penang adalah satu jam. Misalnya jam 7 di Jakarta maka di Penang jam 8.

Di Penang moda transportasi adalah bus besar dengan RM 1-2 dan taksi atau ”Teksi” dengan biaya nego tanpa argo sekitar RM 10 untuk jarak dekat dan sekitar RM 30-40 untuk jarak jauh.
Penang sudah sangat maju bila dibandingkan dengan Indonesia. Dulunya mereka belajar ke Indonesia dalam pendidikan, pertanian,dll. Tapi kini saya rasa kita perlu banyak belajar dari mereka. Selama disana saya tidak melihat polisi maupun tentara, namun tidak ada yang melanggar lampu merah. Saya pun tidak melihat satupun juru parkir, namun parkiran teratur dan ada tiang kecil dengan kotak koin tempat memasukkan biaya parkir, seperti di seri Mr. Bean saja. Bila ada kesalahan parkir maka petugas akan menempelkan tanda denda di wiper mobil dan pemilik mobil akan disiplin mendatangi kantor polisi untuk membayar denda sebab jika pura-pura lupa akan berat sangsinya dan bisa masuk penjara. Pengisian bensin di pompa bensin pun dilakukan sendiri (Self service) tanpa ada penjaga, untuk membayar kita menuju cashier. Sikap antri berbaris secara teratur disemua tempat tidak ada main serobot. Kotanya bersih, masih hijau dan banyak pohon, tidak ada sampah dijalan, dan udaranya pun rendah polusi. Jarang sekali terlihat pengemis atau pemulung.
Lalu lintas ramai tapi banyak trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki. Karena trotoar dirindangi dan tak berdebu, jalan kaki di Penang tak terasa menyiksa. Banyak jalan yang rimbun dengan pepohonan dan burung beterbangan dengan suara yang khas. Jalanan hanya macet pada jam kerja, itu pun hanya arah jembatan Butterworth yang menuju daratan Malaysia.
Jalanan kebanyakan dipenuhi mobil pribadi, terutama mobil produksi Malaysia, Proton. Jumlah motor tidak terlalu banyak, dan sebagian besar bermodel sama, yaitu sedikit tua dengan spakbor putih dan keranjang hitam di bagian depan. Untuk menyeberang jalan, ada tombol yang ditekan agar lampu merah menyala, lalu kendaraan akan berhenti sehingga kita bisa menyeberang dengan aman.
Kunjungan Pertama Kali ke Penang
Paspor mutlak diperlukan untuk berkunjung ke Penang tapi tidak perlu visa karena masih merupakan daerah Asia Tenggara. Bebas fiskal juga berlaku bagi pemegang NPWP atau berusia di bawah 21 tahun. Untuk kelancaran perjalanan ke Penang, sebaiknya perlu menghubungi pihak rumah sakit atau tempat tinggal di Penang agar dijemput di bandara. Maka sesampainya disana nama kita akan ditulis di kertas karton saat dijemput. Saya sekeluarga dijemput oleh pihak Adventist Hospital dengan gratis, dari bandara langsung menuju rumah sakit sehingga bisa langsung registrasi dan mendapat pelayanan.

Penang memiliki fasilitas hotel berbintang, resort, apartment dan penginapan murah. Untuk penginapan di Gurney Park, biaya yang kami keluarkan hanya RM 50 per malam dengan fasilitas kamar 2 tempat tidur single, AC, lemari pakaian, meja dan kaca rias serta ada dapur umum diluar, mesin cuci, kamar mandi luar dengan air panas dan ruang tamu umum. Fasilitas dapur bersama lengkap dengan meja makan, kompor gas, kulkas, rak piring, puluhan gelas/piring/sendok/garpu, beserta bumbu- bumbu masak yang lengkap. Semua penghuni bebas menggunakannya. Ada pula master room dengan kamar mandi dalam seharga RM 60 per malam. Harga ini terbilang sangat murah menimbang lokasi yang bersebelahan dengan Gurney Plaza, Jajanan Malam Gurney, dan pantai. Dengan budget murah meriah kita bisa belanja di pasar tradisional atau supermarket terdekat lalu masak sendiri. Untuk makan malam, banyak kedai/hawker pinggir jalan dengan harga RM 4 – 6. Satu ringgit sekitar Rp 3,000.

Di Penang ada 3 penyedia komunikasi telepon yaitu Maxis, Digi dan Celcom. Saya rekomendasikan memakai Maxis/ Digi karena cukup murah biaya telpon dan sms nya. Untuk perdana, di rumah sakit ada yang menjual seharga RM 20 berisi pulsa RM 15.

Rumah Sakit
Rumah sakit yang banyak dikunjungi oleh pasien Indonesia adalah Island Hospital dan Penang Adventist Hospital. Kebanyakan spesialis berpendidikan luar negeri seperti Inggris, Canada, dan Australia. Kami mengunjungi Adventist yang terletak di Jalan Burmah, karena lebih dekat dengan apartment di Gurney Park, sekitar 5 menit jalan kaki. Adventist Hospital ini berseberangan dengan Berjaya Hotel yang bersebelahan dengan mal. Jika ingin check up dan menghemat waktu, sebaiknya sebelum berangkat ke Penang puasa malam hari sehingga pagi sesampainya rumah sakit bisa langsung check up. Jika kunjungan pertama kali tekan tombol biru yang tersedia untuk mendapat nomor antrian. Untuk pendaftaran pertama kali serahkan paspor lalu terangkan pemeriksaan apa yang ingin dilakukan misalnya mau check up dan bertemu dokter spesialis Pencernaan. Petugas akan memberikan nomor urut bertemu dokter, jam giliran masuk serta nomor ruangan dokter. Setelah bertemu dokter, tes akan dilakukan dan hasilnya langsung keluar sehingga bisa follow up dokter di hari yang sama. Untuk biaya spesialis rata-rata RM 60 dan bila dirawat tergantung fasilitas kamar yang diambil. Misal untuk Suite RM 400 + Nurse RM 60, VIP RM 190 + 40, 2 beds RM 120 + 40, 3 beds RM 90 + 30, 4 beds RM 80 + 30 dan bebas RM 60 + 30. Didalam rumah sakit tersedia air minum panas dan dingin yang siap minum dan ada di tiap sudut yang lengkap dengan gelas kertas.
Di rumah sakit tersedia cafetaria di sebelah gedung dan jenis makanannya vegetarian. Masakannya enak, berbagai macam sayuran dan daging palsu boleh dipilih dengan harga terjangkau, sekitar RM 5 per orang.
Semua hasil lab dan X-ray akan online ke komputer dokter dan bisa kita lihat bersama-sama di ruangan dokter. Jika pemeriksaan dan kunjungan dokter selesai dan setelah membayar, semua hasil pemeriksaan, X-ray dan obat akan diberikan ke pasien.
Umumnya para dokter bekerja hanya di satu rumah sakit dan tidak praktek ditempat lain. Saya menemui dokter yang sama pukul 9 pagi dan 8 malam. Dokter, perawat, pegawai, dan petugas lainnya ramah-ramah. Mereka terdiri dari 3 ras yaitu Chinese, India, Melayu dan bahasa yang digunakan adalah Malay, Inggris dan Mandarin/Hokkien.
Pasien dari Medan sangat banyak dijumpai di Penang. Hal ini karena jarak Polonia Medan sangat dekat dan hanya butuh waktu tempuh sekitar 35 menit ke Penang. Disamping itu harga tiket pesawat terjangkau dan bebas fiskal, sehingga mereka lebih memilih berobat di Penang daripada di Jakarta.
Overall, saya berharap Indonesia dapat mengejar ketinggalannya dari Malaysia, dari berbagai sisi khususnya pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat kita tidak perlu hijrah untuk mencari pelayanan medis yang baik, murah dan cepat.

Wednesday, July 7, 2010


2 buah roti pizza siap pakai
6 sdm saus tomat
1/2 sdt oregano
garam, gula, merica secukupnya
1/2 bh bawang bombai, iris tipis
1/2 bh paprika, belh,iris tipis
1/8 bh nanas, iris tipis
50 gr jamur champignon, iris tipis
2 bh sosis sapi, iris tipis

1. Saus tomat: tumis sedikit bawang bombai dengan margarin sampai layu, masukkan saus tomat, oregano, garam, gula dan merica. Masak hingga kental.
2. Letakkan roti pizza diatas loyang, olesi dengan saus tomat.
3. Tata sayur di atasnya, panggang sampai matang.

Sweet Sour Cakwe

4 bh cakwe goreng, potong 3cm
3 siung bawang putih
7 sdm saus tomat
1 sdm kecap ikan
1 sdm saus tiram
1 sdt lada bubuk
gula pasir secukupnya
100 cc air

1. Goreng cakue hingga garing kecoklatan, sisihkan.
2. Tumis bawang putih, masukkan semua bahan lainnya, didihkan.
3. Masukkan cakue goreng, aduk rata, angkat dan taburi daun parsley dan daun bawang.

Cerita dari negara barat yang patut direnungkan

Ketika aku masih anak perempuan kecil, ibu suka membuat sarapan dan makan malam.

Dan suatu malam,setelah ibu sudah membuat sarapan, bekerja keras sepanjang hari, malamnya menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.

Saya ingat, saat itu menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ!
Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya!

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu.

Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan: "Sayang, aku suka roti panggang yang gosong."

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong.

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, "Mary, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!"

Apa yang saya pelajari di tahun-tahun berikutnya adalah " belajar untuk menerima kesalahan orang lain, dan memilih untuk menghargai perbedaannya" - adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi.

Great Words from My Dear Dad

Mobil jerman bukan jaminan keselamatan.
Menyetir dengan hati-hati dan sabar itulah kunci keselamatan.

Membawa selusin bodiguard bukan jaminan keamanan.
Rendah hati, ramah dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat.
Jaga mulut, diet yang benar dan olah raga yang teratur itulah kunci hidup sehat.

Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia.
Saling mengasihi, menghormati dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.

Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup.
Bersyukur, hemat dan menyayangi berkah itulah kunci kepuasan hidup.

Pangkat tinggi bukan jaminan hidup terhormat.
Jujur, berkredibiltas dan disiplin itulah kunci hidup terhormat.

Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat.
Setia-kawan, bijaksana, solidaritas, suka menolong itulah kunci banyak sahabat.

Kosmetik bukan jaminan kecantikan.
Semangat, kasih, ceriah, ramah dan senyuman itulah kunci kecantikan.

Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang.
Hati yang damai, kasih dan bebas tiada keserakahan dan kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

Tuhan memberkati :)

God's Love Letter To Women

When I created the heavens and the earth, I spoke them into being. When I created man, I formed him and breath life into his nostrils. But you woman, I fashioned after I breathed the breath of life into man because your nostrils are too delicate. I allowed a deep sleep to to come over him so I could patiently and perfectly fashion you.

Man was put to sleep so that he could not interfere with the creativity. From one bone, I fashioned you. I chose the rib, which protects his heart and lungs and supports him, as you are meant to do. Around this one bone I shaped you, I modeled you, I created you perfectly and beautifully.

Your characteristics are as the rib: strong, yet delicate and fragile. You provide protection for the most delicate organ in man, his heart. His heart is the center of his being; his lungs hold the breath of life. The ribcage will allow itself to be broken before it will allow damage to the heart.

Support man as the ribcage supports the body. You were not taken from his feet, to be under him, nor were you taken for his head, to be above him. You were taken from his side, to stand by him and to be held close to his side.

You are My perfect angel… you are My beautiful little girl. You have grown to be a splendid woman of excellence, and My eyes fill when I see the virtues in your heart. Your eyes… don’t change them. Your lips, how lovely when they part in prayer. Your nose, so perfect in form. Your hands, so gentle to touch. I have caressed your face in your deepest sleep. I have held your heart close to Mine. Of all that lives and breaths, you are most like Me. Adam walked with Me in the cool of the day, yet he was lonely. He could not see Me or touch Me.

He could only feel Me. So everything I wanted Adam to share and experience with Me, I fashioned in you; My holiness, My strength, My purity, My love, My protection, and support. You are special because you are an extension of Me. Man represent My image, woman My emotions. Together, you represent the totality of God.

So man, treat woman well. Love her, respect her, for she is fragile. In hurting her, you hurt Me. What you do to her, you do to Me. In crushing her, you only damage your own heart; the heart of your Father and the heart of her Father. Woman, support man. In humility, show him the power of emotion I have given you. In gentle quietness, show your strength. In love, show him that you are the rib that protects his inner self.



The first and most important rule of good manners is kindness and consideration to others. This rule never changes. The source of this rule is the Bible, and it is the second most important commandment next to loving God: "Thou shalt love thy neighbour as thyself".

General Good Manners

* Think of the others first. (Phi 2:4-5, Rom 12:10)
* Be hospitable and friendly. (1 Pet 4:9, Rom 12:13, Prov 18:24)
* Always say, “Thank you” - this is a way of praising others and one of the keys of good manners; not forgetting “Excuse me”, “Please”, “You are welcome”, “Hello” and “Goodbye”. (Col 3:15, 1 The 5:18, 3 John 14)
* Do not be boastful, arrogant or loud. (Titus 1:8; 1 Cor 13:4-5)
* Listen before speaking. Never interrupt. Look people in the eye, and listen carefully. (James 1:19)
* Before speaking to others consider what effect your words will have. Don't say thoughtless, unkind things. Pause and weigh your words carefully and say them in the right manner. (Prov 15:23,12:25,25:11)
* Never whisper, as it makes the person who can't hear feel left out. (Psalm 41:7)
* Never point or stare, especially at people with disabilities or those who are “different”. (Phi 2:3, Rom 2:11)
* Be thankful and show appreciation for gifts, help, etc.(Col 3:15, Ephe 5:20)
* Give compliments - a fundamental rule of good manners is to give. (Acts 20:35)
* Be considerate and do not embarrass others - treat others as you would like to be treated, and think of how you can put them at ease. Never demean anyone with rude jokes or an unwelcome nickname. (1 Cor 13:4, Phi 2:4, Luke 10:27)
* Do not criticise or complain. Negativity in any form is to be avoided. If you hear gossip, don't join in, be indifferent to it. If you disagree with others, do so respectfully. Don't verbally attack or condemn them. (1 Cor 13:5-7, Phi 2:14, Ephe 4:29)
* Never be ruffled. Be a calming, happy influence in any stressful situation and maintain your composure. (Prov 16:32, Psalm 37:8)
* Respect people's time and be punctual. If you make an appointment, arrive on time or even a bit early. If you're going to be late, always call and let them know. (Ephe 5:16, Matt 5:37)
* When you give your word or promise something, then you must fulfill it. Your explanation as to WHY you cannot keep your promise must be perfectly acceptable and not due to your own fault. (James 5:12, Ecc 5:4-5)
* If you borrow something it should be treated more carefully than if it were your own. It should also be returned promptly and if possible in better-than-original condition. When someone lends you money and you owe it to return this loan, then NEVER forget or delay this payment back. (Deut 23:21)

In Public

* Be helpful. Open doors (regardless of gender). Men should always open doors for women. (Heb 13:16, 1 Pet 3:7)
* Do not ask too many intimate or invasive questions the first few times that you meet a person. (Phi 2:3)
* To strangers/new ones: Do not comment on personal appearances or clothes in a negative way; if you cannot say something complimentary, do not say anything at all. (Psalm 12:5, Prov 11:22)
* Don't address elders and seniors by their names, unless they have specially asked you to. Stand up when an elder or a guest enters the room and don't sit until you've offered them a seat. (1 Pet 5:5, Levi 19:32)
* If an elderly person enters a bus or train, the younger offers him/her a seat. (Levi 19:32)
* A man should always offer the woman to enter a room first. (1 Pet 3:7)
* At a restaurant/official dinner, the man moves the chair away from the table and offers the woman her seat. (1 Pet 3:7)
* Girls/women should always dress modestly. (1 Tim 2:9)
* Be involved in a variety of community service organisations. (Matt 5:16, Titus 2:14)

At Home

* Introduce guests to everyone in your home. (1 Pet 4:9)
* Offer something to drink (a glass of water, a cup of tea/coffee) to anyone who steps into your home. (Heb 13:2)
* Do not continue to watch TV or surf the net when you have a visitor.
* Wear clean clothes at home. (Gen 35:2, Levi 6:11)
* Children should learn at a young age to help in the household and take over responsibility. (Deut 6:7, Exod 20:12)
* Children should stand up when the father or older people enter the room. They do not remain seated, e.g. in front of a TV. They should also offer the best seats. (Col 3:20)
* Goodbyes should be short and cheerful when you are the guest. If you have guests, be with them when they are leaving, making their visit pleasant to the end. (Phi 2:3, 1 Pet 4:9)


Prayer is a quiet time to devote ourselves to God.
It is a communion with God to be in His presence.
It is a fellowship with God to remain obedient to His command.
It is a time to talk and listen to God: a dialogue.
It is a time to express our dependance to God.
It is a a time to praise God for His power, presence, and wisdom.
It is a time to thank God for His love and grace.
It is a time to make known our intercessions, requests, and petitions.

Prayer is personal thing with God, not a parade in public.

Prayer is with faith and simplicity like a child talks to his /her father.
Persistent prayer is praying relentlessly keeps on asking, seeking and knocking.
Prayer is priceless contribution we can make to the life of other people, spreading God's kingdom and its righteousness.

Pray the hardest when it is the hardest to pray.
Prayer should be the first and foremost. It is not the last resort when all else fails.
Prayer should not be the only time to pray when we are driven to a corner.

Bible: The Oldest Book on Management

Mission Statement
The Sermon on the Mount (Matt 5:3-10) articulates that the kingdom of God is a lifestyle comprising:
1. Fellowship with God,not merely adherence to religious rituals.
2. Motive, not appearance, is the bottom line. Man sees outward appearance, but God sees our heart.
3. This is equivalent to mission statement.

1. Servanthood leadership. As the Son of Man did not come to be served, but to serve (Matt 20:28, Mark 10:45)
2. Service is a gift of love to people in gratitude for God's gift of love to us.

1. Do you have eyes but fail to see, and ears but fail to hear. (Mark 8:18)
2. It takes a dramatic turn of business environment to reinforce vision and change the business strategy.

1. So make yourself an ark of cypress wood; make rooms in it and coat it with pitch (Gen 6:14)
2. Plan ahead. Fail to plan means plan to fail.

Setting Priority
1. But seek first the kingdom of God and his righteousness and all these things will be given to you as well (Matt 6:33)
2. Setting our minds on things above (God) not things on earth.
3. First things first. 80/20 principle.

1. Submit yourselves for the Lord's sake to every authority instituted among men.. (1 Pet 2:13)
2. Each one is accountable to higher authority.

1. Moses' father-in-law said to Moses "The work is too heavy for you; you cannot handle it alone" Select capable and trustworthy men, then delegate them, this will make the load lighter (Exo 18:17-22)
2. The perfectionist CEO says: If I don't do it, no one will. Even if others do it, they would not do it right. This CEO will become burned-out.

Change Management
1. There is a time for everything and a season for everything under heaven (Ecc 3:1)
2. Understanding the seasons of life for better prospective and the changed business situation for staying competitive.

Strategic Focus
1. This one thing I do: forgetting what is behind and straining toward what is ahead (Phi 3:13)
2. Strategic focus/ targeted segmentation and forecasting is an essential ingredient for success.

Team Work
1. Two are better than one, because they have a good return for their work. If one falls, his friend can help him up...A cord of three strands is not quickly broken (Ecc 4:9-12)
2. Team work divides the effort and multiplies the effect.

Capital Budgeting
1. Which of you, intending to build a tower, does not sit down first and count the cost, whether he has enough funds to complete it? (Luke 14:28)
2. This is similar to modern day cost analysis.

Praise the Lord!

Saturday, July 3, 2010

Going Home: A Heartlift

Ingatkah lagu sederhana yang kita pelajari ketika masih kecil yang berjudul "Hitung Berkat"? Lagu itu berbunyi sebagai berikut:
Hitung berkat satu per satu
Kau kan kagum oleh kasihNya
Berkat Tuhan mari hitunglah
Kau niscaya kagum oleh kasihNya

Banyak dari kita yang sering mendengar lagu ini, tapi seberapa sering kita menghitung berkat kita? Menerima berkat berarti mendapat bantuaan dari Tuhan. Dan seringkali berkat ada di dalam hal kecil di hidup kita di mana kita benar-benar dapat meliat keberadaanNya.
Berkat seringkali ada dalam hal kecil, seperti sentuhan dari saudara di saat-saat sulit atau dalam kata-kata nasihat yang bijaksana oleh papa dalam situasi tertentu.
Keluarga berada dalam posisi yang unik dalam hal memberi berkat. Sejarah yang sama, latar belakang yang menyatu, dan tahun-tahun yang dilewati bersama, memberi sebuah keluarga pandangan khusus dan kedekatan yang intuitif.

Jika kita meminta nasihat, mereka akan memberikannya. Jika kita ingin berbicara, mereka akan mendengarkan. Ketika kita selesai berbicara, kita merasakan sebuah beban diangkat dari bahu. Masalah tak lagi seberat seperti ketika kita belum berbicara dengan mereka.

Untuk alasan yang tidak kita mengerti, Tuhan kadang membiarkan cobaan masuk dalam hidup kita. Berbagi dengan orang lain membantu kita menyelesaikan masalah itu. Dan ketika kita bebas, kita menyadari bahwa kita telah belajar banyak, tentang cinta Tuhan, keyakinan padaNya, dan jaminan keamananNya yang penuh. Sehingga pada akhirnya, kita pun dapat berbagi dengan orang lain dan membuat mereka nyaman.

Saturday, April 10, 2010

Finding Your Life's Purpose

For we are God’s workmanship, created in Christ Jesus to do good works, which God prepared in advance for us to do. (Ephesians 2:10)

While it's true some people seem to find their life purpose easier than others, it's also true that God really does have a plan for every single person. In Ephesians, we see that we are to do good works God PREPARED IN ADVANCE for us to do.
Most people think finding your life purpose means doing something you truly love. The area in which you are passionate at. But what if things aren't so clear for you? What if you're not sure what your gifts are? What if you haven't discovered any particular talent that makes you think it could be your true calling in life?

Well, the next step in finding your life purpose is right in the Bible. All you have to do is read it. The Bible says Jesus told his disciples they were supposed to love one another as he had loved them.
You wouldn't dream of building high tower without a solid foundation. Discovering God's purpose for your life is exactly the same. The foundation of the process means getting really good at being a Christian. Yup, that means being nice to people even when you don't feel like it, forgiving people, and loving the unlovable people in the world.
So, what does all that stuff have to do with my life’s purpose? When you get good at being a Christian, you also get good at hearing from God. He's able to use you. He's able to work through you. And it's through that process that you'll discover your true purpose in life.

Getting really good at being a Christian means you stop thinking about you all the time. Take the focus off you and look for ways to be a blessing to someone else.
There is no better way to receive help and direction in your own life than to focus on someone else. It seems completely opposite of what the world tells you. After all, if you're not looking out for yourself, then who will? Well—that would be God.
When you focus on someone else's business, God will focus on yours. It means planting seeds in great soil, and then simply waiting for God to bring a harvest into your life.

Working with God to find your life purpose is like working as a team. When you take a step, God takes a step.
• Be willing to try some things that interest you. Take opportunities and risks. You will know very quickly if you've found the right thing for you.
• Be patient. Learning to trust that God will show you when the timing is right—that takes patience. God isn't going to show you every piece of the puzzle at once. If he does, you'll be so overwhelmed by it all.
• Don't waste your time on things you know aren't from God. "Get rich quick" schemes never work. Finding a Christian husband or wife won't happen if you're focused on activities and events that don't involve Christians.
• Don't let the people around you talk you into things. Just because it all sounds like a good idea from the world's view doesn't mean it's God's plan for you. Following God's leading sometimes means you have to say no to family or friends’s opinion. Following His designated way, no matter where it leads, will always be the best use and fulfilment of life .
• Never give up. You may not know your specific purpose today or tomorrow, but as long as you're really great at being a Christian, and have a close relationship with Him, you will discover it.

God bless you. Have a great Saturday :)

Thursday, March 25, 2010

God's Masterpiece

Today I want to share about God's love. Please take a look at this:
If you have watched it, lets watch it again. I've watched it a few times,but it keep reminding me on how He loves us.

A father disciplines the one HE loves. Let us let God work in our life, creating His masterpiece.
Like the man said "God doesnt make junk". Whatever sinful actions or dark memories we have, he is there and waiting to chisel us.
One of the greatest gifts God has given us is the opportunity to start again- and no exception, we all need a fresh start.

For we are God's masterpiece, He created us anew in Christ Jesus so that we can do the good things he planned for us long ago. Ephesians 2:10

Masterpiece- showpiece; blockbuster, success; gem, jewel, prize, treasure...these are the synomyms (words that mean the same) for masterpiece.
Hmm, I don't feel like a masterpiece. I certainly dont look like a masterpiece. How can this be..

God loves what He created, so shouldnt we too? I struggled much not to get down on myself. I focus on what I do wrong more than what I do right. I look in the mirror, try on some clothes, compare myself to someone else and I feel just... Yeah. Whats special about me?

But thats not what my Creator thinks. He says, "Oh, you don't always get it right, but I love you so much. Look in My mirror and see what I see; my beautiful creation; My treasure; My masterpiece. And the sooner you see yourself for who you really are, the sooner you can begin your reign as My priceless princess with a purpose."

Repeat after me, "I am a MASTERPIECE." And mean it when you say it. Because you are :)

Thursday, March 4, 2010

Arise & Build

"He leads the humble in justice, and He teaches the humble His way"
Psalms 25:9

As I typed these words, I was overwhelmed by gratitude to God. Two weeks back, I was aking for His guidance on how much should I give for my church's Arise & Build. I know that there are some conditions need to be met first.
In Isaiah 58, we find that the conditions are honoring God, observing the Sabbath, not pointing the finger in accusation of others,etc. Above all, having a humble heart. Humility is the key that unlock His provision.
"And the Lord will continually guide you" written in Isaiah 58:11.

In one of the morning prayers, a voice whispered in my heart to give a certain amount. I was surprised. Well, it might not seem very pleasant at that moment; since there is a gap between my own thoughts, reasons and His. Then in the weekend service, He spoke again through a verse in Luke. Wow,He is God-He has the right to pick what He wants to say,how to say and even confirm it again!
It became my task afterward, to show a right response. Yesterday, after I withdraw some cash to be given this weekend, I suddenly received email offering 2 part-time jobs,which is a very rare opportunity given by my school.Indeed He is the Provider! Amazing!

If we can hear God's voice and have been called to do a small task in building His kingdom, let's be grateful because we are found worthy to be His children and we are to be TESTED on the promises He has given. God won't allow us to be tested beyound what we can bear. He is a loving Father who wants His children to succeed. He wants us to grow up becoming more like Him.
Although we may find it difficult to fulfill, we can be sure of His character, which is good; and expect for His promises. Sacrificial giving is foundational if we want our life show that we are following His steps.
God bless you :)

Friday, February 26, 2010

More Blessed To Give

It is more blessed to give than to receive.
Acts 20:35

Paul was saying farewell to elders of the church in Ephesus. He instructs them to feed and shepherd God’s flock, entrusts them with God’s word and gives them advice on giving. Not having to think too deeply because time after time I’ve received much more blessings through giving than by receiving. Whether through giving monetarily such as to the needy or certain ministry, giving of time as a volunteer or lending of self such as a hand, an ear or my heart to help someone in need, I have got much blessings. Psalm 112:9 says, “They share freely and give generously to those in need.Their good deeds will be remembered forever. They will have influence and honor.” Further, Proverbs 11:24-25 says “Give freely and become more wealthy; be stingy and lose everything. The generous will prosper; those who refresh others will themselves be refreshed.

Hence, I hope we all reminded that it is more blessed to give than to receive. Not only remember but more importantly to do giving. Try it!


"The job of keeping a home is an honorable one.
There is a difference between a housekeeper and a homekeeper.
A hired housekeeper will keep the home clean and do
the duties as expected of her employer, but a homekeeper
does the duties in her home from her heart.

She does it out of love for her family. She looks upon
her duties as the most important job in all the world.
It takes a lot of patience, skill, commitment
and love to be a keeper of your home.
Be faithful; in due time,
your family will rise up and call you blessed."

~Mrs. Martha Greene
Treasury of Vintage Homekeeping Skills

Wishing all of you a very... "Fruitful Recess!"

"She looketh well to the ways of her household, and eateth not the bread of idleness. Her children arise up, and call her blessed; her husband also, and he praiseth her. Many daughters have done virtuously, but thou excellest them all."
Proverbs 31:27-29

Monday, February 22, 2010

How Does God Want to Use Me In Other's Lives

I exhort therefore, that . . . prayers . . . be made . . . for all that are in authority
1 Timothy 2:1-2

Do I faithfully pray for the leaders that God has placed in my life (e.g.parents, cell group leaders, pastor, employer, government), asking God to bless them, to meet their needs, to protect them, and to make them godly leaders?
When someone in a position of authority fails, do I pray for them, rather than criticizing or attacking them?

She watches over the affairs of her household and does not eat the bread of idleness
Proverbs 31:27

Am I a hard worker?
Am I attentive to the needs of those around me?
Am I faithful in fulfilling practical responsibilities in my home?

. . . well known for her good deeds, such as bringing up children, showing hospitality, washing the feet of the saints, helping those in trouble and devoting herself to all kinds of good deeds
1 Timothy 5:10

Is my life characterized by compassion, sacrifice, and acts of service?
Do I have a reputation for reaching out to minister to the needs of others?

Share with God’s people who are in need. Practice hospitality
Romans 12:13

Am I sensitive to the needs of other believers?
Am I generous in sharing with others who are in need?
Do I open my home to minister to others?

Teach the older women to be reverent in the way they live, not to be slanderers or addicted to much wine, but to teach what is good
Titus 2:3

Is my life a godly example to younger women?
Am I self-controlled and temperate in the way I speak and in my lifestyle?
Am I actively involved in teaching younger women how to live their lives according to the Word of God?

Train the younger women to love their husbands and children, to be self-controlled and pure, to be busy at home, to be kind, and to be subject to their husbands, so that no one will malign the word of God
Titus 2:4–5

Are my priorities in order? God, family,study/career?
Am I adequately focused on loving and meeting the needs of my family?
Do I model a selfless, sacrificial, serving love for my family?
Is my spirit self-controlled, pure, and kind?

Saturday, February 20, 2010

How Does A Woman of God Conduct Herself

All the city . . . doth know that thou art a virtuous woman
Ruth 3:11

Do I have a reputation for being a woman of virtue and godly character?
Do I keep myself pure from all influences that could defile my heart, thoughts, or actions?

She openeth her mouth with wisdom; and in her tongue is the law of kindness” Proverbs 31:26

Do I bless my family, friends by speaking words that are kind and wise?
Do I study and meditate on the Word of God so that I can know how to speak wise words?
Am I able to give people to specific Scriptures that apply to their lives and needs?

Through patience a ruler can be persuaded, and a gentle tongue can break a bone” Proverbs 25:15

Am I willing to wait quietly for God to change the heart of an authority that I feel is wrong, rather than pushing or nagging?
Do I seek to influence others by gentle words, rather than controlling them with harsh words?

A woman should learn in quietness and full submission”
1 Timothy 2:11

Do I have a teachable spirit?
Do I receive instruction with an obedient spirit?

It is better to dwell in the wilderness, than with a contentious and an angry woman”
Proverbs 21:19

Does my spirit make it easy for those I live or work with to be around me?
Do I frustrate others or make them want to stay away from me because of an angry spirit?

Friday, February 19, 2010

What Makes A Beautiful Woman

Your beauty should not come from outward adornment . . . . Instead, it should be that of your inner self, the unfading beauty of a gentle and quiet spirit
1 Peter 3:3–4

Do others see in me an inner radiance and beauty that are the result of a grateful, gentle spirit?
Do I focus more time and effort on cultivating inner spiritual beauty than I do on matters of external beauty?

This is the way the holy women of the past who put their hope in God used to make themselves beautiful
1 Peter 3:5

Am I more concerned about being holy than about being happy?
Am I placing my hope and trust in God rather than in people?

Charm is deceptive, and beauty is fleeting; but a woman who fears the Lord is to be praised
Proverbs 31:30

Am I more concerned about cultivating my relationship with the Lord than about being fashionable, stylish, or physically attractive?
Do I live in the constant, conscious recognition of the presence of God?
Do I desire to please God more than I desire the approval of others?

I also want women to dress modestly, with decency and propriety
1 Timothy 2:9

Do I dress modestly?
Do my clothing styles encourage men to think pure thoughts, rather than stimulating them to have sensual thoughts or desires?
Do I dress in such way to draw attention to the heart and spirit of Jesus within me, rather than to my physical body?

“. . . not with braided hair or gold or pearls or expensive clothes
1 Timothy 2:9

Do I avoid extreme or excessive fashions (hair, clothing, jewelry, make-up) that could draw attention to myself or cause people to be distracted?
Do I avoid extravagant jewelry or clothing that could show my wealth or cause others to be envious?
Do my clothes and outward appearance portray a spirit of moderation, purity?

Thursday, February 18, 2010

White Angel Pancake

Serving size: 4

150 gram tepung terigu
50 gram gula halus
10 gram baking powder
1 sdt vanili
2 butir telur
150 ml susu cair
60 gr mentega

1. Campur terigu,gula halus,vanili dan baking powder, aduk rata.
2. Masukkan telur dan susu cair, aduk hingga rata.
3. Masukkan mentega cair, aduk terus hingga rata dengan mixer sekitar 4 menit.
4. Panaskan pan dadar diameter 10 cm. Tuang adonan, masak hingga permukaan bergelembung, balik, angkat jika pancake sudah sedikit mengembang. Lakukan hal yang sama hingga bahan habis.
Sajikan dengan es krim vanila dan potongan biscuit kelapa.

Love, Forgive, Help and Serve Regardless

“And so, brothers, select seven men who are well respected and are full of the Spirit and wisdom. We will give them this responsibility.”
Acts 6:3

In this context, believers grumble over food. Further twelve apostles find themselves burdened with administering the food program, instead of spending time preaching and teaching. To solve this problem, their resolution is to delegate the responsibility. They choose seven men based on 3 attributes being — well-respected, full of the Spirit and wisdom.
As I reflect on this several thoughts speak to my heart. First, some things never seem to change. Doesn’t the grumbling sound similar to what Moses faced with the Israelites in the desert after leaving Egypt? This also happen in today's time. Maybe not so much about food but still a lot of grumble and discontentment. Such as among members attending church service while expecting ushers to serve as if they are at a paid event. Next, some things do change. This time not with the people but now with the apostles. Unfortunately, not always for the better. In Matthew 14, we can see what Jesus told the disciples when they wanted Him to send the crowd of five thousand away to the village to buy food for themselves. He said in Verse 16 “…That isn’t necessary—you feed them.” In other words, Jesus want the disciples not only to teach and preach but also to meet the needs of people through serving. As I’ve learned, lessons are often best taught and preached through action.
Overall, we acknowledge and understand grumbling and discontentment will always exist. Thus love, forgive, help and serve regardless. Also, to remember to walk the talk as often as opportunities come my way. For action, many times speak louder than mere words. Therefore once again love, forgive, help and serve by doing more, talking less and regardless.

God bless you.

The Titus 2 Woman

"Likewise, teach the older women to be reverent in the way they live, not to be slanderers or addicted to much wine, but to teach what is good. Then they can train the younger women to love their husbands and children, to be self-controlled and pure, to be busy at home, to be kind, and to be subject to their husbands, so that no one will malign the word of God."
Titus 2:3-5

I have been blessed to look up to a few godly women in my life. God called me into His Kingdom to serve Christ and others. However, He does not call His children into the Kingdom alone. He calls us to rejoice with the brethren, have fellowship and grow in the grace and knowledge of Him.
One of the most important Titus 2 relationships we should have with a woman should be with our mother.
I have been blessed to have a strong, healthy, and rich relationship with my mother, a relationship that has been open, truthful and most importantly Christ centered. As young women we must be quick to listen, slow to speak and humble enough to admit our sin and be willing to listen to our mothers who the Lord has given.
I know personally that it can be hard to take correction... but we must be willing to take correction...if we want to grow.
"Faithful are the wounds of a friend; but the kisses of an enemy are deceitful." ~ Proverbs 27:6

This being said, however,I understand that not all young women will ever have a strong Titus 2 bond with their mothers since we do still live in an fallen world, where many young Christian ladies might have moms that have died or some might even have moms that are non believers. But please let this not keep you from the rich hope of finding a Titus 2 mentor who can be a spiritual woman after God's own heart for you.

Seek out older women in church to be your Titus 2 mentor or spiritual mother,. The godly mentor you may find may be a woman in Christ who has never bore any earthly children, or a godly woman who has bore many and is in her Grandma stage of life!

Whatever stage of life she is in, before you seek her out to assume this awesome and important role, make sure she is a woman who is~
-fully devoted to Christ
-her heart is turned towards home
-she is a woman who sees her mission in life first to serve Christ and then to serve others.
-she is a woman who submits joyfully to godly authority.... (husband, elders in church etc)

To those younger women who think they are not a Titus 2 influence or a spiritual sister to anyone, let me assure you.... you are indeed! You might not be aware that anyone is watching you but let me tell you they might be! It could be little kid who is only five or six years old..... who is watching you from a distance...... admiring your modesty, feminity and even your respectful attitude toward your parents.
You can show them that modesty is lovely, femininity is beautiful and that respecting parents is somethinggood.

To the many godly woman, be assured of your noble calling in "training the younger women" in what things are good! Please be aware that we need this vision, hope and encouragement from those who have gone before us and walked paths that we have never walked.

And finally I dedicate this article to my dear mother.... who gave birth to me... who has loved me...
and who has encouraged me greatly in the ways of Christ and in the like manner of Titus 2.

Pope Driver

After getting all of Pope John Paul's luggage loaded into the limo (and he doesn't travel light), the driver notices that the Pope is still standing on the curb. "Excuse me, Your Holiness," says the driver, "Would you please take your seat so we can leave?" "Well, to tell you the truth," says the Pope," they never let me drive at the Vatican, and I'd really like to drive today."

"I'm sorry but I cannot let you do that. I'd lose my job! And what if something should happen?" protests the driver, wishing he'd never gone to work that morning.

"There might be something extra in it for you," says the Pope.

Reluctantly, the driver gets in the back as the Pope climbs in behind the wheel. The driver quickly regrets his decision when, after exiting the airport, the Pontiff floors it, accelerating the limo to 105 mph.

"Please slow down, Your Holiness!!!" pleads the worried driver, but the Pope keeps the pedal to the metal until they hear sirens.

"Oh, dear God, I'm gonna lose my license," moans the driver.

The Pope pulls over and rolls down the window as the cop approaches, but the cop takes one look at him, goes back to his motorcycle, and gets on the radio.

"I need to talk to the Chief," he says to the dispatcher.

The Chief gets on the radio and the cop tells him that he's stopped a limo going a hundred and five.

"So bust him," says the Chief.

"I don't think we want to do that, he's really important," said the cop.

The Chief exclaimed, "All the more reason!"

"No, I mean really important," said the cop.

The Chief then asked, "Who ya got there, the Mayor?"

Cop: "Bigger."

Chief: "Governor?"

Cop: "Bigger."

"Well," said the Chief, "Who is it?"

Cop: "I think it's God!"

Chief: "What makes you think it's God?"

Cop: "He's got the Pope as a driver!!

The Pirate, What Is My Name

A pirate walked into a bar and the bartender said : 'Hey, I haven't seen you in a while. What happened? You look terrible.'
'What do you mean?' said the pirate, 'I feel fine.'
Bartender: 'What about the wooden leg? You didn't have that before.'
Pirate: 'Well, we were in a battle and I got hit with a cannon ball, but I'm fine now.'
Bartender: 'Well, ok, but what about that hook? What happened to your hand?'
Pirate: 'We were in another battle. I boarded a ship and got into a sword fight. My hand was cut off. I got fitted with a hook. I'm fine, really...'
Bartender: 'What about that eye patch?'
Pirate: 'Oh, one day we were at sea and a flock of birds flew over. I looked up and one of them s**t in my eye.'
Bartender: 'You're kidding, you lost an eye just from bird s**t?'
Pirate: 'It was my first day with the hook.'

It was the first day of school:
TEACHER: Hi there what is your name?
KID: I don't know.
TEACHER: Well I don't usually give homework on the first day, but go home and find what your name is.
KID: Okay!
KID: Mom what is my name?
MOM, COOKING: Shut up and leave me a lone.
KID: Brother what is my name?
KID: Sister what is my name?
SISTER WHO IS SINGING: Thats the way haha i like it!
KID: Dad what is my name?
DAD IN BATHROOM SINGING: 50 rolls of toilet paper!
TEACHER: So what's your name?
KID: Shut up and leave me alone.
KID: Dunna Batman!
TEACHER: Do you want detention for that?
KID: Thats the way haha i like it!
TEACHER: What do you want from me?
KID: 50 rolls of toilet paper!

Wednesday, February 17, 2010

Karena Cinta..

Karena Cinta Tidak Selalu Harus Berwujud Bunga

Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus.
Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.
Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.
Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.....

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak..
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya :

"Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung.
Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."

Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ......
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.
Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu selalu sakit dan pegal-pegal pada waktu 'datang bulan setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal dan mengoleskan minyak di perut kamu."
"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'.

Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."
"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."

"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."

"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir.
"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu..."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.
Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."
"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya..

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga". Tetapi kasih sayang yg tulus.

Thoughts For The Day

Bersepeda Bersama Yesus

Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat;
seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan
pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan
ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti
seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi
aku tidak mengenal-Nya..

Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah. Hidupku menjadi
bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda
tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu
aku mengayuh pedal sepeda.

Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat,
tetapi sejak itu hidupku jadi berubah. Saat aku pegang kendali, aku
tahu jalannya, namun terasa membosankan. Tetapi, di saat Yesus
yang memegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan.
Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang
yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan. Saat-saat seperti
itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya!
Terkadang rasanya seperti sesuatu yang 'gila', tetapi Ia
berkata, "Ayo, kayuh terus pedalnya!"

Aku takut, khawatir dan bertanya, "Aku mau dibawa ke mana?"
Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya.
Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki
suatu petualangan baru yang mencengangkan.
Dan ketika aku berkata, "Aku takut!" Yesus menurunkan kecepatan,
mengayuh santai sambil menggenggam tanganku.

Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah
yang aku perlukan. Orang-orang itu membantu menyembuhkan aku,
mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekaliku
dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan ..
perjalananku bersama Tuhanku.

Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami. Kemudian, Yesus
berkata, "Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang
membutuhkannya; jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi
beban bagi kita."

Maka, aku pun melakukannya. Aku membagi-bagikan hadiah-hadiah itu
kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka. Aku
belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan.

Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya
kepadaNya. Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan; tetapi
Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di
tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi,
Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat melewati
tempat-tempat yang menakutkan.

Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh.
menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi
yang menerpa wajahku selama perjalanan bersama
Sahabatku yang setia: Yesus Kristus.

Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, Yesus
tersenyum dan berkata. "Mengayuhlah terus, Aku bersamamu."

(Sumber : “Thoughts For The Day” by Chuck Ebbs)

Benefits of Prayer

Then Jesus told his disciples a parable to show them that they should always pray and not give up. (Luke 18:1)

When we spend regular, daily time in prayer with God, we will experience a deeper relationship with Him. I just want to share a few blessings of prayer that became mine. These blessings can become yours as well =)

Prayer increases faith - I heard that a good way to grow in faith in God was to keep a prayer list. With my list in hand, I began to concern about my family, friends and myself to God each day. I was amazed as I can see how He answered one by one! So, each prayer, each answer, grows my faith in Him.

Prayer provides a place to release burdens - When we begin each day tell God our burdens and ask Him for help, we can then rise up and relieved. He cannot take our burden, unless we let it go.

Prayer assures that God is near - What should we do when trouble comes? When we don’t know what to do? I had the opportunity to find it out in these little experiences lately. It was raining heavily and I didn’t bring any umbrella. As I pray to God while walking outside my class, the rain stopped. In awe, I praised Him and walked home. After I arrived at my room, the heavy rain poured again. Feels like a miracle for me! The more we pray, the more we are reminded of God’s presence in our time of need.

Prayer makes us not to panic - We are not to give in, stress, or panic under pressure. We should pray instead. Turning to God to pray can replace the tendency to panic when problems come.

Prayer improves relationships - As we cannot think about ourselves and others at same time, we also cannot hate the person we are praying for, therefore as we bring them in our prayer, we will love and care more about them.

Prayer changes you - Maybe you have heard the phrase “Prayer Changes Things”. But once you develop a regular daily prayer life, I’m sure you’ll realize that “prayer changes you”!

Friends, we are blessed to enjoy the privilege of prayer, talking with our God.
May your heart be encouraged to pray.

God bless you.

This is My Dad


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang
sudah dewasa, yang sedang kuliah jauh
dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon
untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata
Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah
yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu,
bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan
pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa
akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu
Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu,
menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu
putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta
boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas
: "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa
tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu
dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu
khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di
bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan
menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat
izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang
sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk
ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu
agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan
matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu,
Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu,
atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling
cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat
kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau Papa merasa waspada?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa
melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa
untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di
ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam
hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang
di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi
meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu
untuk menjadi seorang Entrepreneur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan
Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu
saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah di negara lain....

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku
untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat
ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti
Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit
air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu
baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat
untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang
semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar
anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta
boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah: "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin
mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa
gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan
memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas
melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan
telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang
ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan
posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia
itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia,
kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata:
"Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah
menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu
bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat
untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Daddy kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia
ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu
yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..